Selasa, 04 Februari 2014

Ini bukan pemberani tapi konyol

Sepandai-pandai tupai meloncat pasti kan jatuh juga.


Mungkin pepatah ini lebih cocok kita berikan kepada  seorang pencuri yang ketangkap pada hari minggu jam 14.00 tanggal 1 feb 2014 kemarin. Memang sudah tak terhitung lagi pencuri-pencuri itu berhasil mulus menggasak barang-barang berharga di tempat kami baik siang maupun malam.

Mungkin karena merasa sukses dalam aksi – aksinya, pada hari itu dia kembali ketagihan untuk beraksi lagi. Dua orang datang dengan motor langsung berhenti di depan rumah yang di tinggal oleh penghuninya pulang kampung. Bak sang pemberani, mereka langsung membuka pintu depan  seperti si pemilik rumahnya tanpa rasa takut. Namun, karena pintu di kunci mereka pindah ke samping rumah dan melakukan aksinya dengan mencongkel jendela.

Tetangga samping yang sejak kedatangannya telah mengintip dari dalam rumah terheran-heran. Dalam hati dia bergumam “ kok berani banget ya, siang-siang, hari minggu  melakukan aksinya, orang-orang kan libur kerja “. Maka dia langsung keluar dan memanggil tetangganya yang lain. Lantas, maling itu di datanginya berdua dengan membawa linggis.

Melihat ada dua orang datang  dengan membawa linggis , seperti ada sesuatu yang tidak beres. Maka,  pencuri itu berusaha kabur. Namun, mereka terlambat. Satu bogeman tangan telah membuat salah satu pencuri itu jatuh. Ketika bangkit dia ingin melawan, tapi linggis lebih duluan bersarang di punggungnya yang membuat pencuri itu tak bisa bangkit lagi.

Tetangga-tetangga yang lain ketika melihat aksi itu langsung berdatangan. Mereka semua mengambil jatah untuk memberi hadiah kepada pencuri tersebut, sampai  bonyok-bonyok. Dia juga tidak bisa berdiri lagi karena kaki kanan kirinya di hajar dengan linggis dan batu. Setelah babak belur baru di serahkan ke Polisi. Namun salah satu pencuri itu berhasil kabur walaupun kepalanya sempat kena batu.

Inilah cerita tetangga-tetangga saya, yang waktu kejadian itu saya sedang ada kegiatan di sebuah radio swasta di Batam. Makanya balok yang sudah saya siapkan jika ada  pencurian  tidak ikut ambil bagian dalam kejadian ini. Memang sepertinya kejam, tapi sebenarnya pencuri itu lebih kejam dari apa yang mereka lakukan.


Ada satu perasaan saya yang janggal sampai sekarang dari kejadian ini. kenapa pencuri-pencuri itu seakan – akan tahu kalau rumah tersebut kosong  dan sedang di tinggalkan penghuninya, sehingga dia datang dengan santainya sementara mereka adalah orang yang tidak  kami kenal. Kejadian di rumah kos-kosan beberapa bulan yang lalu juga begitu.               

12 komentar:

  1. akhirnya ketangkap juga ya ustad..

    BalasHapus
  2. waduh, nekat sekali mereka nyuri di waktu seperti itu. puji syukur kepergok warga. gak ada toleransi untuk pencuri, sayang satunya lolos, tapi semoga bisa tertangkap juga nantinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul bang, atau semoga tobat....

      Hapus
  3. Alhamdulillah ust, tapi saya gak sempat ikut kasih hadiah jadinya balok yang sudah di tancapi paku2 tajam nganggur hehehe... :D

    BalasHapus
  4. Sebetulnya kasian juga ya . jangan dihakimi langsung bawa aja ke polisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maunya sih mbak, tapi karena seringnya ulah mereka itu sungguh sangat menyebalkan

      Hapus
  5. Kasihan jg...tapi masih mending bonyok2 drpd tangan dipotong sesuai syariat islam...

    BalasHapus
  6. kayaknya mereka tau rumah itu kosong, mgkn diamati dulu rumahnya, mungkin nyamar jadi orang lewat. soalnya rumahku malah pernah didatengin orang asing, ngakunya mau ngecek gas. ternyata nanya ke ibu ga ada yang begituan. untungnya emg ga dibolehin masuk.

    BalasHapus
  7. Wadduuhhh ...
    Kalau begini ...
    kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan nih ...
    dan ini harus dilakukan bersama-sama ...
    tidak boleh sendiri-sendiri

    Salam saya Bang Said

    (11/2 : 20)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo perlu di adakan ronda malam kali ya.... salam balik bang nh 18, jangan kapok berkunjung kesini....

      Hapus