Senin, 15 Juli 2013

Sebuah Tradisi

Plantong


Ada satu kebahagiaan yang kami rasakan sebagai anak-anak maupun remaja tanggung ketika ramadhan tiba. Kususnya kami yang tinggal di kampung. Karena bunyi petasan bersaut sautan di sana sini ikut meramaikan dan menghiasi bulan tersebut, tepatnya waktu berbuka puasa atau makan sahur, entah kenapa ! walaupun petasan sudah di larang pemerintah tapi masih juga mudah di dapat.

Yang lebih asyik lagi, setelah sholat tarowih kami secara berkelompok jalan dari satu kampung ke kampung lain sambil membawa  kentongan, panci, ember, dll untuk di mainkan. Begitulah yang biasa kami sebut dengan ‘ Plantong ‘. Terkadang plantong juga biasa kami mulai sekitar jam 03.00 sambil membangunkan orang-orang yang mau sahur.

Saya kira beginilah bentuk-bentuk amalan dalam bulan suci ini, rupanya itu hanyalah sebuah tradisi. Ya..., tradisi masyarakat tertentu. Karena, setelah saya pindah dari satu daerah ke daerah  lain, ternyata istilah plantong  sama sekali tidak mereka kenal. Mereka hanya kenal petasan,itupun  petasan model sekarang, tidak seperti dulu.


Jika ingat itu semua, rasanya ingin kembali lagi ke kampung. Ingin kembali lagi ke masa lalu,kembali ke masa kekanak-kanakan,  bersenang-senang tanpa di ada beban yang mereka rasakan.

2 komentar:

  1. kalau dii sini, istilahnya apa yaaa? saya lupa :D Masih ada juga keliling kampung dengan kentongan begini ^^ tapi beda nama aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirain cuma tempatkami aja mbak...... :D

      Hapus