Jumat, 05 Juli 2013

Di Puncak Sinabung

Kenangan di Gunung Sinabung


Mendaki gunung, itulah salah satu hobi yang masih melekat  pada diriku sampai sekarang. hal itu muncul semenjak masih duduk di bangku smp. Gunung Merbabu, Lawu, Sumbing, Slamet di Jawa Tengah,  Sibayak , Sinabung di Sumatra Utara, pernah kudaki.

Banyak pelajaran yang bisa kuambil di saat pendakian. Mengingat kebesaran Allah SWT, menghilangkan rasa sombong  yang selalu merongrong hati, banyak menambah relasi, melatih fisik, ketabahan dan  kesabaran, dll.

Selama mendaki kenangan yang tak terlupakan bagiku adalah di puncak sinabung. Waktu itu aku sedang duduk dengan temanku , Ali Masnur namanya. Di saat sedang  menikmati sejuknya udara pagi  di puncak, tiba-tiba mataku di kejutkan dengan seseorang  yang jatuh ke jurang seperti bola yang menggelinding. Teman-temannya Cuma bisa memanggil-manggil namanya. Aku langsung berdiri,  maksud hati ingin menolongnya. Tapi kaki tak kuasa untuk di jalankan karena gemetaran. Aku jalan ke tempat dia terjatuh, ingin turun tapi tak berani karena tebing terlalu curam. Untung saja waktu itu ada orang yang berani turun untuk membantunya. Intinya, Alhamdulillah dia masih selamat walaupun sekujur tubuhnya penuh dengan luka.

Sebenarnya liburanku di Medan kali ini ingin mendaki Sinabung lagi. Tapi cuara sering hujan. Sehingga, niat  kuurungkan untuk waktu yang akan datang karena saya harus segera balik lagi ke batam.

Oya  sobat..... selama mendaki, saya hanya membawa perlengkapan seadanya. Jaket , tas, lampu senter, aqua,snack.  Makanya kalau sudah sampai di puncak bisa di bayangkan , saya seperti anak ayam yang di masukkan ke kulkas hehehehe. Jadi, pendakian selalu ku mulai malam hari.

Kalau saran temen-temen gimana ya ?.........................

6 komentar:

  1. Bw jaket yg tebel,kaos kaki,sepatu,sarung tangan yg tebel biar angeeetttttt :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaket gunung yang cocok Parasut mbak, biar tipis tapi hangat. Kaos kaki pake plastik asoi lebih hangat dari pada kain.......

      Hapus
  2. Waaah, gak pernah naik gunung Mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu di coba mbak, asyik lo......

      Hapus
  3. Suami dan masku, pendaki gunung (dulu, hehehe).
    Kayaknya mrk juga bawaannya minimalis deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan bisa mendaki bareng - bareng bersama anggota WeBe ya Bunda :D

      Hapus