Sabtu, 30 Maret 2013

SAKSI BISU


SAKSI BISU ( bagian pertama ).


                Di kala itu, dia hanya bisa duduk bersimpuh di samping kelas,sambil menangis memikirkan nasib dirinya yang gak seperti mereka. Ya, teman-temannya yang sedang asyik mendengarkan petunjuk guru sebelum mulai ujian. Dia hanya  bisa mendengar sayup-sayup suara itu dari luar samping jendela kelas, di saksikan oleh dinding-dinding di sekitarnya  yang seakan-akan ikut  merasakan kesedihan yang dia rasakan.

                Pohon-pohon yang berdiri tegak di halaman sekolah itu, melambai-lambaikan tangannya kekanan dan ke kiri, memanggil - manggil sambil menari menghibur hati. Rupanya pohon-pohon itu juga ikut merasakan apa yang dia rasakan ,tatkala duduk menyendiri merenungi nasibnya seorang diri.

                Pensil yang di tanganya, juga tak kuasa dia gerakkan, sementara buku tulis yang dia bawa dari rumah itu sebagianya basah  dengan butiran – butiran air mata yang jatuh tanpa terasa. Seragam merah putih yang sudah usang, sepatunya yang mirip buaya kelaparan, mulutnya siap melahap setiap mangsa yang lalu lalang mendekatinya, lengkap dengan kaos kakinya yang di beli sekitar dua tahunan   yang lalu,  juga tak bisa berbuat banyak  untuk membantu masalahnya.
Bersambung..........

2 komentar:

  1. coba saya tebak,

    seorang anak yang tidak bisa mengikuti ujian sekloah karena belum bayar SPP... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe udah sering ikutan kuis bang ya....

      Hapus